Pesugihan Uang Gaib, Adakah?

Artikel » Pesugihan Uang Gaib, Adakah?

 

Konon katanya, di alam gaib sana ada tumpukan uang yang tersimpan. Asal bisa dan bersedia melakoni sejumlah ritual, maka kita bisa ‘menarik’ uang tersebut dan menggunakannya untuk keperluan kita di dunia nyata. Setiap kali mendengar kisah ini Anda pasti bertanya-tanya, “Benarkah uang gaib ini ada dan bisa didatangkan?”

 


 

Ada atau tidaknya memang tidak mudah untuk dijawab, mengingat segala hal yang sudah menyangkut kata ‘gaib’ jelas tidak mudah diterangkan secara logika. Nalarnya, uang siapa yang tersimpan menumpuk di alam gaib itu? Jumlahnya berapa? Apakah tidak terbatas? Dalam mata uang apa? Rupiah? Dollar? Euro? Siapa yang susah payah mencetak uang manusia di dunia gaib, atau malah susah payah mengirimkan uangnya ke alam astral? Padahal disimpan di bank saja sudah aman.

 

Jika memang uang tersebut merupakan uang yang tadinya dicuri oleh para makhluk halus di alam gaib, buat apa pula mereka mencurinya?

 

Tetapi anehnya, jutaan orang tetap berharap bahwa uang gaib itu benar-benar ada. Mereka rela melakukan ini-itu demi mendapatkannya. Akhir cerita bisa ditebak, mereka yang berharap bisa mendapatkan tumpukan uang malah tertipu ulah oknum-oknum tertentu yang meminta sejumlah dana sebagai modal melakukan ritual.  

 

Penipuan dengan modus mendatangkan uang gaib atau menggandakan uang jelas bukan barang baru. Salah satu cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan bekerjasama dengan setan, yang menggunakan sihirnya untuk mengelabui mata manusia.

 

Cara penipuan ini jelas hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya kemampuan khusus. Setidaknya, orang tersebut punya kemampuan untuk mengadakan perjanjian khusus dengan makhluk halus dari golongan jin.

 

Pertama-tama, pihak yang mengaku sebagai ‘orang pintar’ terlebih dulu membuat perjanjian dengan si makhluk halus. Di pihak setannya ingin menyesatkan manusia, di pihak manusianya ingin mendapatkan uang. Dari perjanjian ini, si makhluk halus akan menyetujui untuk mengelabui mata manusia selama jangka waktu tertentu, misalnya 40 hari.

 

Oleh oknum ‘orang pintar’, korban penipuan yang menginginkan dana gaib diminta untuk menyiapkan syarat-syarat ritual. Termasuk menyerahkan sejumlah uang sebagai biaya penyediaan kelengkapan ritual alias ubarampe. Ia juga diminta menyiapkan tas plastik besar atau karung kosong.

 

Setelah ritual selesai, karung tersebut akan penuh dengan lembaran uang. Umumnya di jaman sekarang ya lembaran uang seratus ribuan. Uang tersebut bisa dan boleh digunakan oleh si korban untuk berbelanja apapun, tetapi harus sudah habis sebelum 40 hari.

 

Apakah uang tersebut nyata? Umumnya tidak. Yang ada hanyalah, makhluk halus yang sudah mengikat perjanjian tadi mengelabui mata manusia agar melihat seolah-olah isi karung tersebut adalah uang. Padahal bisa jadi isinya adalah uang mainan, potongan koran, atau bahkan daun-daun bunga kamboja ala kuburan.

 

Makhluk halus ini hanya akan menjaga sihirnya selama jangka waktu tertentu, misalnya 40 hari. Karena itu si korban diminta untuk membelanjakan habis uangnya sebelum jangka waktu 40 hari tersebut berakhir.

 

Setelah 40 hari, potongan koran berubah kembali menjadi potongan koran. Daun kamboja kembali berubah menjadi daun kamboja. Oknum ‘orang pintar’ melarikan uang ritual si korban, sedangkan si makhluk halus mendapatkan jiwa si korban yang ditumbalkan sebagai syarat kesepakatan.

 

Sudah jelas, bukan? Setiap lembar uang yang dihasilkan dari ritual gaib tidak mungkin uang nyata. Karena setiap lembar uang nyata (baik itu dollar, rupiah, euro, yen atau apapun itu) selalu mencantumkan bank dan nomor serinya masing-masing. Jumlahnya pun pasti dan tertentu.

 

Inilah mengapa praktek uang gaib sering dikatakan sebagai praktek penipuan. Sebab meskipun korban tetap bisa membelanjakan uang semaunya, tetapi sebenarnya yang ia belanjakan bukanlah uang nyata. Memang iya, kadang masih tetap ada orang yang bersedia diberi uang hasil sihir, asalkan uang itu tetap bisa dibelanjakan. Tapi resikonya? Sepadankah dengan jiwa yang harus ditumbalkan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secara Gratis dan Berkala,
Dewi Sundari memberikan informasi penting sekaligus tips-tips memperkaya diri dari pandangan spiritual.
Pastikan Anda mendapatkan informasi penting tersebut dengan mendaftarkan alamat email aktif di bawah ini.

Masukkan Data Diri Anda

 

 

Paranormal Pesugihan Jawa

 

Alamat Kantor

Wisma Iskandarsyah Blok A-10

Jl. Iskandarsyah Raya Kav. 12 - 14

Jakarta Selatan 12160

(Sebelum Datang, Daftar Dulu)

 

 

Staf Admin - Mas Wahyu
0857 6211 8383 (Indosat)
Telepon | SMS
Email :
adm.dewisundari@gmail.com
BBM & WA :
bbm staf admin 56859C10 | WA staf admin 085762118383

 

Dewi Sundari

Pakar Kejawen
0822 3112 2168

paranormaldewisundari@gmail.com
Add Friend

atau
via Contact Pesan Silakan Klik Disini

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.